Dari sebelah mata.


Kadang-kadang, rasanya seperti hatiku terjebak dalam kebimbangan yang tak terpecahkan. Aku mencintainya dengan sepenuh hati, namun disaat yang sama, aku tak ingin menjadi penyebab dari segala bentuk kesalahan atau dosa yang bisa mengganggunya. Setiap hari, perjuangan batin ini menghantuiku, membuatku bertanya-tanya apakah aku pantas mempertahankan cinta ini.

Aku sadar bahwa diriku adalah godaan baginya, dan aku tidak ingin menjadi alasan dari segala potensi ketidakbahagiaan atau kesesatan yang mungkin terjadi. Tetapi, bagaimana aku bisa menahan perasaan ini saat cinta begitu dalam dan mendalam di hatiku?

Cinta adalah ujian besar bagiku dan dia. Aku belajar bahwa cinta bukan hanya tentang perasaan bahagia dan indah, tetapi juga tentang kesetiaan, komitmen, dan pengorbanan. Aku ingin mempertahankan nilai-nilai moral dan iman yang aku yakini, tetapi pada saat yang sama, aku tak bisa menghindari kenyataan bahwa aku begitu mencintainya.

Mungkin ini adalah bagian dari perjalanan cinta yang harus kuatasi. Aku berharap bisa menemukan jalan yang benar, di mana cinta dan kesetiaan bisa beriringan tanpa mengorbankan nilai-nilai yang kami pegang teguh. Tetapi, sampai saat itu tiba, aku terus berdoa agar Tuhan memberikan petunjuk dan kekuatan kepada kami berdua.




Postingan populer dari blog ini

Cara Membuat Judul Berita Beserta Contohnya

Menganalisis Karakter Tokoh Dalam Buku Menjilat Bulan Karya Sulaiman Juned

Merayakan hari raya idul Fitri dengan kehangatan