cerita singkat -Bahkan jika itu hanya mimpi
Ku katakan itu hanya sebuah mimpi.
Tidak ada yang menjadi kenyataan.
Dan dia menjawab
"Jika itu hanya sebuah mimpi bagimu,lalu bagaimana kamu mengerti arti dari sebuah rasa sakit itu ?"
Aryana terdiam sambil berfikir.
"Jika begitu,aku akan menganggap bahwa mimpi sebagai memori,atau bahkan peringatan. Tapi di dalam alam mimpi, aku seperti menari dengan bayangan kenangan yang penuh senyum, namun kenyataannya, itu hanyalah serpihan-srpihan yang terpecah, merobek hati ini menjadi puing-puing yang menyakitkan, ketika aku terbangun, hanya tersisa rasa kehilangan dan kesedihan yang menghantui."
"Lalu bagaimana kamu bisa sangat takut dengan mimpi itu,padahal kamu bilang itu hanya sebuah mimpi?"
Aryana menyenderkan kepalanya pada tembok sambil menarik nafas dan memejamkan matanya.
" Aku juga bingung, dalam mimpi yang menyakitkan itu, bayangan luka-luka emosional terukir begitu dalam, seperti serangkaian tragedi yang tidak bisa dihindarkan. Setiap detiknya terasa seperti menyusuri lorong kesedihan, di mana hati ini merasakan derita yang tidak tergambarkan. Dan ketika mata terbuka, hanya tersisa rasa pilu yang terpatri, sisa-sisa dari dunia yang terasa begitu nyata, meskipun hanyalah sebuah ilusi yang menghantui."